Terakhir diperbarui: 10 Okt 2026 | 39 Tinjau |
Masa Percobaan GrabFood Drone di Canggu Bali, Inovasi Baru Pengantaran Makanan
BALI, Indonesia – Perkembangan teknologi drone mulai menghadirkan inovasi baru dalam industri pengiriman makanan. Grab Indonesia bersama SKYY Network, Nuanu Creative City, dan Café del Mar Bali menjalankan proyek percontohan pengiriman makanan menggunakan drone di Bali. Uji coba yang dimulai pada 5 Oktober 2026 ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan untuk mengevaluasi penerapan teknologi penerbangan tanpa awak dalam sistem pengantaran makanan.
Inisiatif ini menjadi salah satu langkah menarik dalam pengembangan teknologi logistik modern di Indonesia. Melalui pendekatan yang menggabungkan pengiriman udara dan transportasi darat, para pihak yang terlibat ingin menguji bagaimana drone dapat membantu proses pengantaran menjadi lebih efisien tanpa menghilangkan peran mitra pengemudi. [1][2]
Bagaimana Cara Kerja GrabFood Drone?
Dalam uji coba ini, Café del Mar Bali di kawasan Canggu berfungsi sebagai titik awal pengiriman, sedangkan Nuanu Creative City di Tabanan menjadi lokasi pengujian penerimaan dan integrasi pengiriman drone dengan aktivitas sehari-hari.
Proses pemesanan tetap dilakukan melalui aplikasi Grab, sementara restoran menyiapkan makanan seperti biasa. Drone kemudian membawa pesanan melalui jalur udara pada bagian tertentu dari perjalanan. Setelah tiba di titik tujuan drone, mitra pengemudi Grab melanjutkan pengantaran hingga makanan sampai kepada pelanggan.
Model ini dikenal sebagai pengiriman hibrida, yaitu sistem yang menggabungkan transportasi udara dan darat. Drone berfungsi untuk menangani bagian perjalanan tertentu, sedangkan mitra pengemudi tetap menjalankan peran penting dalam proses pengiriman akhir atau last mile. Dengan demikian, teknologi drone dirancang untuk melengkapi layanan pengantaran yang sudah ada, bukan menggantikan pengemudi. [1][2]
Mengapa Pengiriman Makanan Menggunakan Drone Diuji Coba?
Salah satu tujuan utama uji coba ini adalah mengevaluasi potensi drone dalam meningkatkan efisiensi operasional pengiriman. Di kawasan wisata seperti Bali, kepadatan lalu lintas, kondisi geografis, dan karakteristik lingkungan dapat memengaruhi proses distribusi barang.
Pengiriman melalui udara berpotensi membantu mengatasi tantangan pada segmen rute tertentu. Namun, manfaat tersebut masih perlu diuji melalui operasional nyata. Proyek percontohan ini juga mengevaluasi kesiapan infrastruktur, kebutuhan operasional, pengalaman pelanggan, serta keselamatan penerbangan.
Uji coba di Bali memiliki tantangan tersendiri karena rute yang digunakan berada di ruang udara terkendali yang berdekatan dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Oleh sebab itu, koordinasi penerbangan, pengelolaan risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek. [1][2]
Teknologi Drone dan Peran Mitra Pengemudi
SKYY Network bertanggung jawab atas teknologi penerbangan, aspek regulasi, dan pengoperasian drone. Perangkat drone dalam proyek ini disediakan oleh A2Z Drone Delivery.
Salah satu teknologi yang dieksplorasi adalah BVLOS (Beyond Visual Line of Sight), yaitu operasi penerbangan ketika drone dapat terbang di luar jangkauan pandangan langsung operator, sesuai dengan persyaratan operasional dan otorisasi yang berlaku.
Meskipun memanfaatkan teknologi otomatis dan penerbangan tanpa awak, sistem ini tetap melibatkan manusia dalam beberapa tahapan penting. Restoran bertugas menyiapkan pesanan, operator terlatih menangani penerbangan, dan mitra pengemudi menyelesaikan pengantaran kepada pelanggan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa inovasi logistik tidak selalu berarti mengganti sistem lama secara keseluruhan. Teknologi baru dapat diterapkan untuk mendukung proses yang sudah berjalan dan membantu meningkatkan efisiensi pada bagian tertentu. [1][3]
Masih Tahap Uji Coba, Belum Menjadi Layanan Umum
Penting untuk dipahami bahwa pengiriman makanan menggunakan drone di Bali masih berada dalam tahap proyek percontohan. Periode pengujian selama tiga bulan digunakan untuk mempelajari kelayakan operasional, keselamatan, kesiapan infrastruktur, serta bagaimana teknologi ini dapat terintegrasi dengan layanan pengiriman yang sudah ada.
Dengan demikian, uji coba ini tidak berarti seluruh pelanggan GrabFood di Canggu atau Bali sudah dapat memilih pengiriman menggunakan drone. Penerapan yang lebih luas akan bergantung pada hasil pengujian, kesiapan operasional, pengalaman pengguna, dan pemenuhan ketentuan keselamatan serta regulasi.
Hasil dari proyek ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi ketika drone benar-benar bermanfaat bagi sistem logistik, sekaligus mengidentifikasi tantangan yang perlu diselesaikan sebelum teknologi tersebut dikembangkan lebih jauh.
Masa Depan Pengiriman Makanan dengan Drone di Indonesia
Uji coba GrabFood menggunakan drone di Bali menjadi perkembangan menarik bagi industri penerbangan tanpa awak dan layanan pengantaran berbasis teknologi di Indonesia. Kolaborasi antara platform pemesanan makanan, operator drone, dan kawasan inovasi membuka peluang untuk mempelajari model logistik baru secara langsung.
Meski demikian, keberhasilan teknologi ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan drone untuk membawa makanan. Faktor keselamatan, efisiensi biaya, ketepatan waktu, kondisi cuaca, dan integrasi dengan mitra pengemudi juga akan menentukan kelayakan penggunaannya.
Jika hasil pengujian menunjukkan manfaat yang nyata, pengiriman hibrida menggunakan drone berpotensi menjadi salah satu pilihan untuk mendukung logistik di rute-rute tertentu pada masa mendatang. Untuk saat ini, proyek di Bali masih menjadi tahap evaluasi penting dalam memahami bagaimana teknologi drone dapat digunakan secara aman dan bertanggung jawab dalam industri pengiriman makanan.
Kesimpulan: Uji coba GrabFood drone di kawasan Canggu dan Nuanu, Bali, merupakan langkah awal dalam mengeksplorasi pengiriman makanan melalui kombinasi jalur udara dan darat. Teknologi ini menjanjikan pendekatan baru bagi logistik, tetapi efektivitas dan peluang penerapannya secara lebih luas masih perlu dibuktikan melalui hasil proyek percontohan.
Sumber referensi:
[1] Bali Post – Pengiriman Makanan Gunakan Drone Diuji Coba di Bali. https://www.balipost.com/news/2026/10/05/587124/Pengiriman-Makanan-Gunakan-Drone-Diuji...html
[2] Tek.id – Grab dan SKYY Uji Pengiriman Makanan Pakai Drone di Bali, Kurir Tetap Antar ke Pelanggan. https://www.tek.id/culture/grab-dan-skyy-uji-pengiriman-makanan-pakai-drone-di-bali-b2qcE9uhE
[3] Unmanned Airspace – A2Z Drone Delivery selected for Grab Indonesia’s BVLOS food delivery trial. https://www.unmannedairspace.info/uncategorized/a2z-drone-delivery-selected-for-grab-indonesias-bvlos-food-delivery-trial/